Sepenggal pengetahuan saya tentang Jardiknas serta tujuan program
PJJ D3TKJ:
1)Jejaring Pendidikan Nasional adalah Wide Area Network (WAN) yang
menghubungkan seluruh kantor Dinas Pendidikan propinsi,
kabupaten/kota, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang ada di
Indonesia. 2)Usaha perluasan koneksi Jardiknas pada tahun 2007 ditargetkan
mencapai sekolah-sekolah yang ada di seluruh kabupaten/kota se
Indonesia. 3)Tujuan PJJ D3TKJ adalah untuk mendidik teknisi komputer dan
jaringan yang akan merawat Jardiknas itu sendiri agar tetap
terkoneksi dengan baik. 4)Mahasiswa D3TKJ yang biaya pendidikannya disubsidi 100% oleh
Jardiknas (beasiswa) diwajibkan melaksanakan magang di sekolah-
sekolah atau Dinas Pendidikan pada kabupaten/kota masing-masing
selama 5 tahun (2 tahun dalam masa pendidikan dan 3 tahun setelah
menyelesaikan pendidikan) sebagai Teknisi Jardiknas. Dari point 3 dan 4 saya berkesimpulan bahwa keberadaan Jardiknas di
setiap sekolah tempat magang mutlak diperlukan. Namun ironisnya,
sampai saat ini, hingga berakhirnya semester 2 PJJ D3TKJ 2007, belum
ada usaha apapun yang dilakukan oleh pihak terkait (Dinas Pendidikan
dan ICT Center) untuk mencapai target perluasan koneksi Jardiknas
yang dimaksud. Setidaknya saya berbicara tentang Kota Bukittinggi,
lebih tepatnya sekolah tempat saya magang, MTsN 1 Bukittinggi yang
belum tersentuh informasi apapun tentang tujuan Jardiknas dan
program magang D3TKJ dari pihak yang bertanggung jawab. Permasalahan ini sudah pernah saya sampaikan ke koordinator ICT
Center Kota Bukittinggi, namun tidak mendapat jawaban yang
memuaskan. Terakhir saya menulis di milis tentang “Sosialisasi
Jardiknas di Kota Bukittinggi yang tidak melibatkan madrasah”
(posted: 24 April 2008). Namun, hasilnya juga nihil, bahkan email
yang saya posting sama sekali tidak mendapat tanggapan apa-apa dari
Bapak Pendamping Perencanaan. Kali ini saya ingin bertanya kepada siapa saja yang berkenan
menjawab tiga tanda tanya besar berikut ini:
1)Apakah Jardiknas memang hanya diprioritaskan untuk sekolah yang
berada di bawah Dinas Pendidikan? Kalau memang demikian, mengapa ICT
Center memberi saya izin untuk magang di madrasah yang secara
hierarki berada di bawah DEPAG? 2)Apakah saya dan mungkin juga mahasiswa yang lainnya yang mengalami
permasalahan yang sama, hanya akan berperan sebagai “Juru Ketik”
selama 5 tahun di sekolah tempat magang? Mengingat koneksi Jardiknas
itu sendiri nampaknya hanya sekedar angan-angan belaka, karena belum
tersosialisasi dengan optimal. 3)Bagaimana masa depan mahasiswa D3TKJ setelah menjalani kegiatan
magang selama 5 tahun ini? Mengingat Ijazah D3TKJ yang telah berumur
3 tahun saat berkhirnya masa magang, serta sertifikasi- sertifikasi
yang akan habis masa berlakunya dalam 3 tahun. Sebagai seorang hamba Allah yang tidak terlepas dari kekhilafan,
saya memohon maaf atas tulisan saya ini yang sedikit mengkritik
kinerja Jardiknas serta pihak yang terkait.
Terakhir ucapan terima kasih bagi siapa pun yang berkenan membaca
dan menanggapi email ini. Salam Hormat,
INDRA SENTOSA
Nah Email diatas saya dapatkan dari mlis jardiknas sumbar yang dikirim langsung dari email salah s eorang mahasiswa TKJ Kota Bukittinggi. Saya kaget ketika malam ini membuka Mailbox saya, dan saya menemukan sebuah milis dengan judul “Review Tujuan PJJ D3 TKJ”.
Sebenarnya masalah yang dihadapi saudara indra tersebut sangat umum dan sangat lazim saya temukan di padang(meskipun ini terjadi di bukittinggi), Read the rest of this entry »

















