Kematian Terindah…..

”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (kematiannya), maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mungundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mengajukannya.” (QS Al-A’raf: 34).

Banyak orang merasa ngeri menghadapi kematian. Padahal, kematian adalah perkara gaib yang sering kita saksikan dan pasti menjumpai kita. Persoalannya bukan kapan kematian itu datang. Akan tetapi, apa yang telah kita siapkan untuk bekal kematian itu, sehingga kematian yang menjemput tanpa memberi kabar menjadi saat terindah karena pada saat itu kita akan berjumpa dengan Allah SWT.

Kematian yang dianggap mengerikan bagi kebanyakan manusia, justru menjadi saat terindah lagi mengharukan bagi orang bertakwa. Di saat ruhnya keluar dari jasad, saat itu Allah SWT memangilnya dengan lembut, ”Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka, masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.”(QS Al-Fajr: 27-30).

Itulah kematian yang indah. Untuk menemui kematian yang indah itu, Allah SWT berfirman, ”Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kamu yang membacakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kehawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-A’raf: 35).

Untuk mencapai derajat ketakwaan, Allah SWT mengingatkan dengan firman-Nya, ”Sesungguhnya tiap-tiap kamu ada (malaikat) yang mengawasi pekerjaanmu. Yang diridhai di sisi Allah dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakaan.” (QS Al-Infithaar: 10-12).

Karena senantiasa diawasi, maka kita harus menjaga diri untuk tidak berbuat dosa, baik secara sembunyi maupun terang-terangan dan segera bertaubat jika melakukan khilaf dan dosa. ”Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasanya.” (QS Az-Zalzalah: 7-8).

Sesungguhnya Allah SWT tidak ridha pada kematian seseorang, kecuali matinya dalam keadaan berserah diri (muslim). ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan berserah diri (muslim).” (QS Ali-Imron: 102).

Kematian bagi seorang Muslim bukanlah hal yang mengkhawatirkan. Justru kematian akan menjadi saat yang ditunggu dan dirindu karena ingin bersegera melihat Tuhan yang selama ini ia sembah, Tuhan yang menciptakan dirinya, dan Tuhan yang memberinya rezeki.(M.Zaenuri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: