Tips Menulis untuk Sobat Muda

Sobat muda, janganlah kamu menulis apa-apa yang kamu sendiri tidak pahami. Ada sebagian orang menulis istilah-istilah yang membuat para pembacanya “pusing” tujuh keliling. Baru membaca beberapa paragraf awal saja sudah tidak mengenakkan, apalagi membacanya semuanya, mau muntah saja!

 

Tulislah apa yang kamu pahami, terutama apa yang kamu rasakan. Tulislah apa-apa yang ada dalam benakmu, dengarkan “suara itu berkata”, sebagai penuntun untuk membuat karya tulismu lebih hidup. Prof. Stephen Hawking – peraih nobel fisika – dalam bukunya yang terkenal, A Brief History of Time, berusaha membuat pembacanya memahami isi bukunya dengan cara mengurangi istilah-istilah fisika yang rumit. Oleh karenanya, buku itu menjadi asyik di baca banyak orang (baca: best seller), tidak terkecuali mereka yang bukan ahli fisika.

 

Berkonsentrasilah dalam menulis. Karena hal itu akan membantumu menulis tentang tema yang kamu kehendaki. Ada sebagian orang menulis, tetapi tulisannya berkembang kemana-mana. Imajinasinya liar dan bebas. Sehingga tema yang diharapkan semula tidak pernah muncul dalam tulisannya. Namun, jangan sampai kamu dibuat tegang olehnya. Menulis itu harus lebih santai dari apa pun. Menulis itu flow (mengalir dan dinikmati). Teruslah menulis. Jangan berhenti sebelum benar-benar menyelesaikan karya tulismu. Archimedes menyebutnya “Eureka!”, sedangkan Bobby De Porter menyebutnya “Aha!”.

 

Tulislah dengan lincah. Jangan kamu hiraukan – pada tahap awal menulis – kata: “Berhenti! Lihatlah tulisanmu banyak yang salah; ejaannya ngga bener, lihat dong paragrafnya! Dan sebagainya.” Jangan kamu terlalu memedulikan kata-kata itu. Ini belum saatnya kamu mengevaluasi tulisanmu. Yang kamu perlukan adalah, kamu harus menyelesaikan tulisanmu, secepat mungkin!

 

Jika kamu sudah menyelesaikan tulisanmu, barulah kamu mulai mengevaluasi karya tulismu. Kamu juga bisa menambah data-data tambahan agar tulisanmu menjadi lebih asyik jika dibaca. Oleh karena itu, tidaklah cukup mengevaluasi hanya satu kali saja. Endapkan dulu tulisanmu (masa inkubasi). Beri jeda untuk membaca: buku, majalah, atau koran. Evaluasi lagi tulisanmu. Begitupun seterusnya. Jika kamu merasa cukup puas, kamu bisa menghentikan proses itu, dan kamu dapat mempublikasikan tulisanmu. Lihatlah nanti, tulisanmu akan sangat berkesan dalam hatimu. Dan lebih dari itu, sangat disukai banyak orang. Selamat menulis!

 

One Response to “Tips Menulis untuk Sobat Muda”

  1. gama Says:

    setuju sekali, sekarang, saya sendiri sebagai seorang motivator selalu giat meminta siswa untuk menulis apa saja yang mreka sukai, dlam bahasa inggris pastinya, tapi prindsipnya sama saya, menulislahdengan senang dan semangat. efeknya, luar biasa.

    tulisan mereka bisa diniqmati di superchat.wordpress.com

    saya, percaya, menulis juga membuat kita lebih bijak dan kaya introspeksi, indak asal duguh dagah seh do….

    hidup menulis!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: